Ini mungkin salah satu film slasher masa kini terbaik yg
pernah saya tonton, yg anehnya berasal dari…Perancis? Alexander Aja
adalah sutradara film horror era 2000-an favorit saya dan dia udah
berhasil ngembaliin film slasher ke tempat yg seharusnya. Film ini punya
cerita yg kuat, digarap dengan jenius dan ending yg bakal bikin kamu
berkata, "What the fuck???!". Hehehe. Penuh adegan gore keren yg nggak
mengganggu kekuatan cerita film ini sama sekali. Adegan gore-nya cuman
ornamen. Menurut saya film ini terlalu jenius untuk dijadiin film
slasher :D
Berada dalam 1 paket dengan Planet Terror [Robert Rodriguez]
yg kocak, komikal sekaligus berlebihan menurut saya. Planet Terror itu
film yg mempresentasikan film2 kelas-B tahun 80-an dengan keterlaluan.
Semuanya terlalu dibuat-buat, dan cameo-nya kebanyakan. Tapi atmosfer yg
dibangun Q.T dalam Death Proof sangat berhasil. Inti film ini dimulai
dari 30 menit terakhir, jadi bersabarlah selama 45 menit pertama ngeliat
kelakuan dan bacotan geng cewek2 yg super nggak penting danbikin
ngantuk itu. Kelebihan film ini: sinematografi yg ngaco tapi tetep
keren, aktris ceweknya stuntwoman beneran dan oh…Q.T telah membawakan
kita Kurt Russel kembali!
Mungkin Braindead adalah favorit semua orang. Tapi film ini
jadi favorit saya pastinya! Ide cerita yg super aneh, adegan-adegan
sadis yg trashy berat, gory, urakan, ugal-ugalan, lucu dan tenang
saja…jagoannya masih bermodalkan gergaji mesin untuk melawan para alien
pemakan daging yg ber'selera buruk' itu! Yeah
Bukan salah tulis, emang begitu judulnya. Diangkat dari novel
Stephen King, film ini menghadirkan zombie dalam bentuk balita, dan
sialnya… nyeremin banget! Dibumbui olehcerita supranatural versi Indian,
S.T emang paling ngerti gimana caranya bikin orang ketakutan lewat
atmosfir yg creepy dan nuansa film ini kerasa banget Amerika 80-an. I
love it!
Film ini ngebawain lagi masa-masa waktu kita berumur
sekitar 5 atau 6 tahun, sendirian di tempat tidur waktu malam hari
dengan kamar yg gelap dan bayangan yg kalo dalem imajinasi kita sih
keliatan kayak monster, mendadak ada suara-suara nggak diinginkan yg
kita khayalin sendiri dan apa itu di kolong tempat tidur…???? Whoa.
Kurang lebih gitu deh ygsaya rasain waktu nonton film ini. Mitos-mitos
mengerikan yg kita takuti waktu kecil, semacam itu. Kalo di film ini,
mitos yg diangkat adalah 'tooth fairy' alias peri gigi yg neror
anak-anak kecil yg baru kehilangan gigi terakhirnya. Wujud peri giginya
emang asli nakutin, untuk jaman segitu mah udah lumayan canggih lah.
Serem nih peri giginya, dan juga filmnya. Still campy and highly
entertaining. Cocok buat ditontonsama geng kamu waktu liburan!
Seri terakhir dari trilogi Three Mothers [sebelumnya ada
masterpiece: Suspiria dan Inferno]. Film ini mungkin nggak lebih bagus
dari dua film sebelumnya, tapi seenggaknya film ini adalah comeback-nya
D.A yg buatsaya sih masih tetep thrillin'! 15 menit pertama aja saya
udah disuguhin sama adegan sadis yg saya sendiri nggak sanggup
nontonnya, itu belum adegan2 yg mengikuti kemudian. Still gory, still
nasty in an arty way. Jalan ceritanya yg lemah udah nggaksaya peduliin.
Pokoknya mah, serem lah nih film! Bonus: Asia Argento telanjang di film
ini.
Film horror komedi yg paling berhasil bikin saya jatuh cinta.
Dimulai dari adegan awal di bar yg juga merupakan perkenalan
tokoh-tokohnya, saya tau film ini bakal keren. Akting para pemainnya yg
harus saya akui keren mampus, puluhan adegan gore yg manteb, monster2 yg
nggak jelas tapi sangat kelaparan dan meyakinkan, dan tentu aja: LUCU.
Apalagi kalo inget dialog: Yes dear, we'll leave as soon as mommy is
done with her "meeting".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar